Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh pada Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, menerima kunjungan belajar siswa siswi SMP IT Muhammadiyah Bireun pada Rabu (9/3/2022).

Setibanya di observatorium, para pelajar tersebut langsung diarahkan menuju ruang kuliah dan mengikuti sesi belajar bersama staf observatorium, Rahmatul Fahmi dan Fayyad Mushaddaq.

Selama dua jam, siswa siswi tersebut mengikuti penjelasan tentang benda langit yang terkait dengan ibadah umat Islam, sistem penanggalan hijriyah dan metode penentuan awal bulan hijriyah. Selain itu, siswa siswi SMP IT Muhammadiyah juga menyaksikan tayangan video interaktif dan simulasi tata surya melalui tayangan layar proyektor di ruang belajar tersebut.

“Layanan belajar bersama tim observatorium ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Kanwil Kemenag Aceh terhadap masyarakat. Kami senang jika adik-adik dan juga guru-guru mengunjungi kami dan mempelajari salah satu khazanah ilmu keislaman ini di tempat kami. Layanan ini tidak dipungut biaya.” Ujar Rahmatul Fahmi di sela-sela penyampaian materi.

Usai mengikuti sesi materi dan juga tanya jawab, para pelajar diajak berkeliling melihat sejumlah peralatan astronomi di ruangan pameran observatorium. Selanjutnya mereka juga berkesempatan menggunakan teleskop, melakukan pengamatan sunspot matahari dan bermain roket air dan menerima penjelasan dari setiap kegiatan tersebut dari staf observatorium.

Selama 2022, sejumlah sekolah dan madrasah telah mengunjungi observatorium Tgk Chik Kuta Karang. Di antaranya MAS Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar, MAS Dayah Insan Qurani Aceh Besar, SMP PKPU Aceh Besar, SD IT Azkiya Bireun, dan MA Dayah Baitul Arqam.

Kepala Bidang Urais pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Marzuki A., MA, menjelaskan, untuk dapat melakukan kunjungan belajar, kepala sekolah cukup mengirimkan permohonan resmi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Jalan Abu Lam U, No. 9, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, 23242, dengan melampirkan fotocopy KTP dan nomor kontak yang dapat dihubungi.

“Untuk kunjungan belajar dibatasi maksimal 40 peserta per-rombel, menyesuaikan dengan kapasitas ruang belajar dan menjaga kualitas belajar yang maksimal.” Ujarnya.